Senin, 27 November 2017

Jangan Sisakan Minum Antibiotik

    Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Dimana antibiotik mempunyai kemampuan untuk membunuh bakteri dan mencegah perkembangannya. Tiap infeksi membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda-beda sesuai yang diresepkan oleh dokter.
    Saat menerima resep obat, seringkali kita dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik, dalam arti kita diminta untuk meminumnya sesuai dosis hingga habis. Sebagai salah satu obat umum, antibiotik tidak asing lagi bagi  masyarakat. Namun konsumsi antibiotik sering kali tidak sesuai aturan yang ditetapkan oleh dokter. Misalnya, lupa dalam menghabiskannya atau bahkan sengaja tidak dihabiskan. Padahal kebiasaan tersebut dapat membahayakan.
    Meskipun efektif melawan infeksi bakteri, antibiotik tidak dapat digunakan untuk melawan virus. Mengonsumsi antibiotik saat seseorang terkena infeksi virus tidak akan membantu membuat seseorang merasa lebih baik. Justru sebaliknya, kita dapat kebal terhadap antibiotik. Sehingga pemakaian antibiotik harus melalui resep dokter. Ketika dokter memutuskan memberi antibiotik untuk pengobatan, maka kita disarankan  untuk mengonsumsinya dengan cara-cara yang telah ditentukan.

Cara Tepat Pemakaian Antibiotik


    Dokter/apoteker akan menjelaskan waktu  dan dosis yang tepat dalam mengonsumsi obat tersebut. Agar tidak terlupa, kita disarankan mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap hari. Beberapa jenis antibiotik dilarang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Sebagian antibiotik harus dikonsumsi di saat perut kosong, umumnya satu atau dua jam sebelum makan. kita juga dilarang mengonsumsi  minuman keras selama menggunakan antibiotik tertentu. Ikuti instruksi dokter maupun petunjuk pada label kemasan obat atau melalui lembaran informasi untuk pasien.
Ingat, jangan sekali pun memberi antibiotik milik kita kepada teman, keluarga, atau binatang peliharaan. Hindari juga menyimpan sisa antibiotik milik kita. Seharusnya tidak ada dosis obat yang tersisa. Antibiotik yang diresepkan sebaiknya dikonsumsi sampai habis untuk mencegah kembalinya infeksi yang berpotensi lebih parah dari kondisi awal.
   Apa yang Terjadi Jika tidak Sesuai Dosis ? Sangat penting untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan pada waktu yang telah ditentukan agar semua bakteri penyebab infeksi dapat diberantas, walaupun kadang gejala telah hilang sepenuhnya. Mengonsumsi antibiotik sesuai dosis bertujuan untuk mengurangi risiko timbulnya efek samping dan mencegah terjadinya kekebalan terhadap antibiotik.
   Misalnya, kita mengonsumsi antibiotik hanya beberapa hari karena merasa sudah membaik, maka kemungkinan hanya sebagian bakteri yang berhasil dibunuh. Sebagian kecil bakteri yang mampu bertahan akan menjadi resisten atau kebal dan dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah kembali atau menyerang orang lain. Ketika bakteri kebal terhadap pengobatan dasar, maka akan meningkatkan risiko komplikasi lebih lanjut karena bakteri tidak mempan dibunuh oleh antibiotik.
   Untuk memastikan bakteri yang masuk ke tubuh telah musnah sepenuhnya tanpa tersisa, pastikan kita menghabiskan semua dosis antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jika gejala masih tetap ada setelah mengikuti resep dan anjuran dokter, kembali periksakan diri ke dokter. Semoga bermanfaat. (MTr)

Selasa, 21 November 2017

Doa Bersama Ulang Tahun Yayasan Mardi Waluyo Semarang


Ahad (19/11) Yayasan Mardi Waluyo menyelenggarakan do’a bersama dalam rangka ulang tahun Yayasan. Acara yang diselenggarakan di Rumah KS15 Jalan Kyai Saleh 15 tersebut mengundang anak-anak asuh dari LKSA Riyaadlul Jannah dan LKSA Rahmatan Lil Alamin, masing-masing didampingi oleh Ibu Lina dan Ibu Ida selaku pengasuh LKSA. Setibanya di rumah KS15 kami disambut oleh para pengurus yayasan. Sekaligus diajak foto bersama di depan rumah KS15 dengan nuansa bangunan Belanda. Dalam kesempatan tersebut dihadiri langsung oleh Prof. DR.dr. Hariyono Suyitno, SpA(K) selaku pembina, Dra. Kantiningsih Hariyono selaku pembina, dr. Bambang Sudharmanto, SpA(K) selaku pengawas, Kastri Wahyuni, SPd, MM selaku ketua pengurus, BRAY. Siti Handayu selaku wakil ketua beserta jajaran pengurus Yayasan Mardi Waluyo Semarang.


Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dibuka dan dipandu langsung oleh Ny Kastri Wahyuni, SPd, MM. selaku ketua pengurus yayasan. Beliau memperkenalkan para pembina, pengawas dan pengurus yang hadir sekaligus menyampaikan sekilas profil yayasan yang didirikan hampir satu abad yang lalu pada zaman Belanda. Dimana yayasan Mardi Waluyo Semarang bergerak dalam bidang sosial. Memasuki acara inti yaitu pembacaan do’a bersama dipimpin oleh ustadz Suparno dengan membaca surat Yasin dan bacaan tahlil. Acara berlangsung sangat khidmat. Serta ditutup dengan do’a syukur yang dipimpin oleh dr. Bambang Sudharmanto, SpA(K). 


Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis juga dilakukan oleh beliau Prof Hariyono. Kemudian penyerahan sumbangan yang dilakukan secara simbolis oleh Prof Haryono, pada kesempatan tersebut LKSA Riyaadlul Jannah diwakili oleh ananda Dita Khus Khaerunnisa. Dengan penuh rasa syukur beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada anak-anak yang telah mendoakan beliau dan yayasan, semoga kedepannya yayasan terus bisa memberikan manfaat kepada sesama.


Para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati makanan yang telah dihidangkan. Dibawah suasana pertamanan yang cukup rindang. Acara diakhiri dengan foto bersama Prof Hariyono dan para pengurus yayasan. (MTr)


Senin, 13 November 2017

dr. Nahwa Arkhaesi Sp.A : Pentingnya Tumbuh Kembang Anak

Sabtu (11/11) pengurus panti asuhan dan rumah tahfidz Riyaadlul Jannah menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan di aula pertemuan Panti asuhan. Dengan ceramah bidang kesehatan disampaikan oleh dr. Nahwa Arkhaesi, MSi.Med., Sp.A. Acara dimulai ba’da Ashar, disambut dengan iringan musik group rebana Riyaadlul Jannah. Acara dipandu oleh ananda M Ali Mursidi selaku MC dan dibuka dengan lantunan ayat suci Al QurĂ¡n yang dibacakan oleh ananda M Fatkhul Majid serta sari tilawah Rohyat Yushibur.


Ibu Trusti Toto selaku ketua pengurus memperkenalkan sekilas profil panti asuhan mulai dari bangunan asrama, fasilitas-fasilitas hingga kegiatan keseharian anak asuh. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa di Panti Riyaadlul Jannah mempunyai beberapa anak asuh yang terdiri dari anak asuh dalam asrama, anak asuh diluar panti, anak asuh mahasiswa dan santri tahfidz. Anak asuh dalam asrama adalah anak-anak yang kesehariannya tinggal dan mengikuti kegiatan di panti asuhan, untuk anak asuh di luar panti adalah anak-anak yang masih dalam pengasuhan keluarga namun mendapat bantuan dari panti asuhan. Kemudian anak asuh mahasiswa adalah anak-anak alumni panti yang melanjutkan kuliah, dimana setiap bulannya mendapat bantuan dana dan sembako, sedangkan santri tahfidz adalah anak-anak yang mengikuti program menghafal Qur’an yang bekerjasama dengan PPPA Daarul Qur’an pimpinan Ustadz Yusuf Mansur.

    Selanjutnya penyampaian ceramah kesehatan yang disampaikan oleh dr. Nahwa Arkhaesi, MSi.Med., Sp.A. Beliau menyampaikan materi mengenai tumbuh kembang anak. Sebelum penyampaian materi beliau memutarkan sebuah video yang berisi foto-foto beliau dari masa kecil hingga sekarang. Para audien diminta untuk memberikan tanggapan tentang video tersebut. Beberapa anak kami, Hadi dan Nila pun dengan antusias memberikan tanggapannya. Begitu juga dengan salah satu pengurus panti, Ibu Purwani Widodo. Masing-masing anak yang berani maju mendapat hadiah.



Kemudian beliau menyampaikan mengenai pentingnya tumbuh kembang pada anak. Tumbuh kembang merupakan dua proses yang berbeda, namun saling berkaitan satu sama lain. Tumbuh merupakan proses bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau seluruhnya sehingga dapat diukur dengan satuan (tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dsb). Sedangkan kembang merupakan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam proses pematangan fungsi organ sejak pembuahan dalam rahim sampai remaja bersifat kualitatif yg pengukurannya lebih sulit daripada pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor kenapa tumbuh kembang anak berbeda-beda diantaranya faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor adanya intervensi seperti nutrisi, stimulasi, pola pengasuhan dan lain sebagainya.
Adapun ciri tumbuh kembang anak diantaranya :
1.       Perkembangan menimbulkan perubahan
2.   Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal akan menentukan perkembangan selanjutnya
3.       Pertumbuhan & perkembangan mempunyai kecepatan  yang berbeda
4.       Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
5.       Perkembangan mempunyai pola yang menetap
6.       Perkembangan memiliki tahap yang berurutan (mengikuti pola yang teratur dan berurutan)

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa Terdapat periode emas dalam tumbuh kembang, yaitu suatu momen yang sangat penting yang akan berpengaruh terhadap kualitas biopsikofisikososial anak. Periode emas tersebut terjadi pada tiga tahun pertama kehidupan dimana pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung. Jumlah dan pengaturan hubungan sel saraf ini menentukan kinerja otak yang dapat bermanifestasi diantaranya pada kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, kecerdasan dan bersosialisasi anak. Sehingga peran orang tua terutama IBU sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.


Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penanya pertama dari ananda Nila menanyakan pada anak usia 17 tahun tapi kondisi fisiknya masih kecil apa yang harus dilakukan. Kemudian tanggapan dari dr Esi, bahwa seperti yang telah disampaikan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetik, lingkungan dan intervensi. Jadi kemungkinan penyebabnya bisa dari beberapa faktor. Lalu apa yang harus dilakukan, yang pertama tentunya berdoa memohon kepada Allah. Kemudian bisa diimbangi dengan olahraga dan nutrisi. Untuk penanganan obat-obatan bisa dikonsultasikan dengan dokter. Sedangkan penanya kedua dari saudara wahyudi, yang intinya menanyakan perbedaan kenapa anak-anak di desa kualitas tumbuh kembangnya lebih rendah dibanding anak-anak dikota. Langsung ditanggapi oleh beliau, kembali lagi bahwa tumbuh kembang anak banyak faktor yang mempengaruhi. Dalam kasus ini terutama dari segi pengetahuan orang tua mengenai tumbuh kembang anak.


Usai sesi tanya jawab, acara diakhiri dengan doa dan foto bersama. Semoga dengan penyampaian materi dari dr Esi semakin menambah wawasan kita tentang pentingnya tumbuh kembang anak. Serta kualitas dan kesehatan anak-anak Indonesia semakin lebih baik.


Rabu, 08 November 2017

Wisuda dan Sumpah Dokter M Tri Sutrisno

    Setelah menyelesaikan masa pendidikan profesi dokter, M Tri Sutrisno, S. Ked. akhirnya diwisuda dan diambil sumpahnya sebagai dokter. Tri, panggilan akrabnya berhasil menempuh studi profesi dokter selama kurang lebih 2 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Dimana sebelumnya telah menempuh pendidikan S1 kedokteran selama 4 tahun. Tepatnya pada hari Jum’at (3/11) dilaksanakan sumpah dokter ke-220 FK Undip di kampus Tembalang. Bersama dengan 60 rekan sejawat lainnya, Tri mengikuti prosesi pengambilan sumpah dokter dengan didampingi oleh orangtua. Orangtua dan tamu undangan memasuki ruangan upacara prosesi, sedangkan para wisudawan yang akan diambil sumpahnya baris bersiap memasuki ruang prosesi.
    Dengan alunan musik karawitan, para wisudawan satu persatu memasuki ruang prosesi berdiri di depan kursi masing-masing. Dewan prosesi yang terdiri Dekan, wakil dekan, guru besar, ketua senat akademik, kepala program studi, beserta jajaran civitas akademika FK Undip memasuki ruang prosesi diiringi dengan Lagu Hymne Guru oleh paduan suara mahasiswa. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. dr. Helmia, SpA, PhD selaku kepala program studi Profesi Dokter membacakan nama-nama dokter baru yang akan diambil sumpahnya. Nama-nama yang dipanggil maju kedepan berbaris menempatkan posisi sesuai agama masing-masing. Pada kesempatan kali ini terdiri dari Islam, Kriten, Katholik dan Hindu, yang masing-masing didampingi oleh rohaniawan. Pembacaan lafal sumpah dokter dipimpin langsung oleh Prof.Dr.dr. Tri Nur Kristina, DMM, Mkes., selaku dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Yang ditirukan secara serepak oleh para calon dokter. Usai pembacaan lafal sumpah, menyanyikan lagu bagimu negeri dipandu oleh paduan suara mahasiswa.
   Dilanjutkan dengan penyerahan transkrip nilai oleh dekan dan wakil dekan I bidang kemahasiswaan. Dengan didampingi orang tua para dokter baru menerima transkrip dan bersalaman dengan dekan, wakil dekan I. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang terdiri dari perwakilan dokter baru, perwakilan orang tua, direktur utama RSUP dr Kariadi, Dekan Fakultas Kedokteran Undip. Acara selanjutnya persembahan penampilan dari dokter baru. Dan diakhiri dengan do’a oleh dr. Fathur, SpPD. Dokter baru yang telah diambil sumpahnya mengikuti acara tradisional berupa siraman yang dilakukan oleh para dewan guru.


    Sedangkan untuk acara wisuda universitas dilakukan terpisah pada hari Selasa (7/11), para dokter baru yang telah diambil sumpahnya mengikuti wisuda Universitas Diponegoro ke-148 periode IV tanggal 7-10 November 2017 bertempat di Auditorium Imam Barjo kampus Undip Peleburan Semarang. Tri berhasil lulus dengan IPK 3,76, predikat “Cumlaude”. Pada kesempatan ini Tri menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak.


Segala puji hanya milik Allah. Shalawat salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad. Terimakasih kepada ibu dan keluarga yang tiada hentinya selalu mendukung dan mendoakan. Kepada semua guru-guru kami, teman sejawat, bidikmisi, pengurus, pengasuh dan anak-anak Riyaadlul Jannah yang selama ini telah mensupport  dan membimbing saya. Serta semua pihak yang telah membantu, membimbing dan mendukung saya sehingga saya bisa sampai hingga tahap ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan kebaikan dari Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian. Dan Semoga ilmu yang saya peroleh, dapat menjadi bekal untuk kemanfaatan di masyarakat.” ungkapnya.

    Semoga dengan gelar baru ini, Tri bisa menjalankan amanah sesuai profesi sebagai dokter dengan baik. Sekaligus bisa menjadi contoh dan motivasi buat adik-adik anak asuh Panti Asuhan Riyaadlul Jannah untuk selalu semangat meraih prestasi. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin ketika Allah sudah berkehendak, diikuti dengan kesungguhan diri untuk meraihnya. Selamat dr. M Tri Sutrisno !

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pelatihan Kewirausahaan Kesehatan Holistik bersama M Ferry Wong


Pengobatan tradisional seperti pijat telah lama di kenal di masyarakat Indonesia. Hal tersebut diwariskan dan dikembangkan secara lisan dan terbatas pada keturunan atau kerabat dekat seorang ahli pijat. Namun tidak ada catatan otentik tertulis yang sangat diperlukan untuk menjaga keaslian, kebenaran, dan kemanjuran pengobatan. Salah satu pengobatan tradisional dari China yang cukup terkenal adalah akupuntur. Dalam buku “Huang Ti Nei Cing diungkapkan mengenai garis meridian, titik akupunktur, teknik pengobatan dan perjalanan penyakit serta pengobatannya. Sehingga dalam praktik akupuntur terdapat panduan pelaksanaan yang jelas. Dimana dalam tubuh kita terdapat titik-titik akupuntur yang mempunyai pengarus pada organ tubuh kita.
Salah satu ahli akupuntur Indonesia adalah Bapak M Ferry Wong. Pria kelahiran kota Singkawang tersebut merupakan salah satu pendidik dan Penguji Kompetensi Bidang Akupunktur KeMenDikNas. Sampai saat ini beliau telah menulis beberapa buku diantaranya Pijat Mencerdaskan Otak, Panduan Lengkap Pijat, Acuyoga, dan lain sebaganya. Selain itu beliau juga mempunyai Natural Therapy Center : Konsultan pengobatan tradisional yang sudah sering diundang ke beberapa kota di Indonesia untuk melakukan seminar, pelatihan dan konseling. Dan kebetulan untuk bulan ini terdapat di Kota Semarang. Di Semarang, beliau mengadakan pelatihan kewirausahaan kesehatan holistik terutama mengenai jaripunktur kepada para santri panti asuhan di Kota Semarang secara gratis. Alhamdulillah LKSA Riyaadlul Jannah berkesempatan mendapat pelatihan secara langsung oleh beliau. Dimana sebelumnya beberapa bulan yang lalu kami juga telah kedatangan beliau untuk mendapat pelatihan.

Tepatnya pada hari Rabu (25/10) kami menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan kesehatan holistik bagi anak-anak asuh kami. Acara dimulai ba’da shalat maghrib di aula pertemuan LKSA Riyaadlul Jannah. Pada acara tersebut dihadiri oleh para pengurus, pengasuh, anak asuh serta beberapa anak asuh dari LKSA Rahmatan Lil Alamin. Acara di buka oleh ustadz Abdul Rohman selaku perwakilan dari pihak LKSA Riyaadlul Jannah, beliau mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ferry Wong dan semoga acara pelatihan bisa memberikan ketrampilan tambahan bagi anak asuh serta bisa menjadi peluang wirausaha kelak ketika terjun di masyarakat. Kemudian langsung dilanjutkan penjelasan materi dari M Ferry Wong. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang Jaripuntur, ilmu pengobatan tradisional China yang hanya terfokus pada jari-jari tangan dan kaki. Masing-masing jari terdapat titik meridian yang berpengaruh pada organ-organ tubuh kita diantaranya lambung, jantung, paru dan lain sebagainya. Selain itu beliau juga menyampaikan mengenai totokpuntur dan smart punktur. Totokpunktur lebih terfokus pada daerah belakang badan atau punggung dari pundak sampai bokong yang menjadi sumber titik terdekat organ tubuh. Sedangkan untuk smartpunktur merupakan suatu teknik rangsangan untuk melancarkan aliran darah, syaraf dan meridian yang menuju ke arah kepala dan otak.

Ditengah penyampaian materi beliau meminta peserta untuk memraktikan materi yang telah disampaikan sebelumnya, jari punktur tangan. Salah satu peserta, Yusuf mencoba memraktekkannya langsung kepada Bapak Ferry Wong. Dan beliau menyampaikan bahwa sebelum melakukan praktik pijat harus ijin dulu kepada pasien sebagai salah satu wujud profesionalitas. Setelah beliau usai menyampaikan materi, para peserta dipersilakan untuk memraktekkan langsung secara berpasangan smartpunktur (pijat kepala), dimana terdapat beberapa titik yang penekanannya tidak boleh terlalu keras seperti daerah leher. Dilanjutkan dengan totokpunktur (pijat daerah punggung), salah satu peserta posisi tengkurap, peserta yang lain memraktekannya. Dengan dipandu oleh Ferry Wong langsung para peserta tampak semangat mempraktekan materi yang telah diajarkan.

Acara diakhiri dengan penutupan dan foto bersama. Harapannya dengan terselenggaranya acara tersebut, semakin menambah wawasan dan ketrampilan anak dalam bidang pijat jaripuntur serta bisa menjadi bekal wirausaha kelak ketika sudah terjun di masyarakat. Aamiin. (MTr/mrym)

Senin, 23 Oktober 2017

Wisuda Akbar 8 Dunia Menghafal, Wilayah Jateng & DIY

    Ahad (22/10) PPPA Darul Quran menyelenggarakan Wisuda Akbar ke 8 Dunia Menghafal. Perhelatan akbar tahunan kali ini serentak diselenggarakan di 12 provinsi/16 daerah dan 15 negara. Untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY di selenggarakan di Masjid Kampus UGM Jogjakarta. Rombongan rumah tahfidz dari kota Semarang sebanyak 24 rumah tahfidz dengan menggunakan 8 bus, termasuk rumah tahfidz Riyaadlul Jannah. Rombongan peserta berkumpul di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sekitar pukul 03.00 WIB, setelah melakukan pengecekan persiapan keberangkatan rombongan berangkat menuju Jogja.


    Sesampainya di Jogja sekita pukul 07.00 WIB, peserta berbaris sesuai rumah tahfidz masing-masing. Para peserta dipersilakan untuk melakukan registrasi pendaftaran dan melakukan ujian hafalan surat Al Fath. Sedangan untuk peserta hafalan selain Al Fath sudah diujikan sebelum wisuda di daerah masing-masing dan dipersilakan untuk mengikuti acara seremonial. Acara diawali dengan beberapa diantaranya Ustadz H. Tarmizi, selaku direktur PPPA Daarul Quran, Ustadz Dr.dr. Sagiran, M.Kes sebagai salah satu Pembina rumah tahfidz wilayah Yogyakarta serta KH. Thaha Abdurrahman selaku ketua MUI Provinsi DIY. Dalam sambutannya KH Thaha menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para generasi muda yang cinta dengan Al Qur’an, teruslah semangat dalam menghafal serta tetep dijaga hafalannya. 
    Selain itu di Wisuda Akbar 8 di Jogja kali ini kedatangan Hafidz muda dari Mekkah, beliau adalah Abdul Basit Abdul Jalil Abdullah, seorang penghafal Quran yang lahir di Mekkah. Ia telah menjadi Hafidz Qur’an sejak usia 9 tahun. Basit sapaan akrabnya, memiliki banyak prestasi sejak kecil, salah satunya menjadi imam muda Masjid Jami’ Al Amri Jeddah. Pada kesempatan kali ini Basit memberikan motivasi kepada para peserta dalam menghafal al Quran. Yang pertama, dalam menghafal harus mengharap ridho Allah dan ridho orang tua karena “Ridhallah fi ridhal walidain”. Kedua, hormati guru-guru kita karena keberkahan ilmu salah satunya dari guru. Dan yang ketiga, terus dibaca berulang-ulang. Semakin sering kita mengulang hafalan akan semakin nempel dan tiap hurufnya dihitung pahala.

    Acara selanjutnya pembacaan baiat bagi para penghafal Al Quran :
“Kami wisudawan/wati dunia menghafal 8 berjanji akan berusaha mengamalkan surat-sura yang kami hafal dalam kehidupan sehari-hari dan berbagi ilmu dengan sesame. Kami wisudawan/wati dunia menghafal 8 berniat untuk berusaha menambah hafalan surat-surat lain serta menjaga hafalan dengan sebaik-baiknya”
    Selanjutnya ceramah dari Ustadz Sholihudn Al Hafidz, beliau menceritakan pengalamannya ketika ibadah haji berjumpa dengan bapak ibu yang anaknya menjadi animator Dysney, mendapat beasiswa di Canada, singkat cerita dulu ketika waktu masih sekolah tiap anak mendapat dream book dimana anak tersebut menuliskan impiannya ingin menjadi animator dan akhirnya sekarang bisa tercapai impiannya tersebut. Begitu juga para penghafal Qur’an harus punya mimpi dan harus dituliskan untuk diwujudkan. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin ketika Allah sudah berkehendak. Dengan penuh semangat beliau memberikan yel-yel “Dream book, bisa bisa bisa, Allahu akbar !!!”. semoga para penghafal Qur’an semakin bersemangat dalam menghafal dan menjaga hafalan.



    Acara ditutup dengan do’a, foto bersama, makan siang dan shalat Zuhur berjamah. Sekitar pukul 13.00 WIB rombongan melakukan perjalanan pulang ke Semarang. Alhamdulillah sekitar pukul 17.00 WIB rombongan sampai di Semarang dengan selamat. (MTr)

Rabu, 18 Oktober 2017

Peresmian Ruang Pertemuan, Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Anak yang Telah Lulus Dokter


Ahad (15/10) pengurus Panti Asuhan Riyaadlul Jannah menyelenggarakan acara peresmian ruang pertemuan, wisuda tahfidz dan pelepasan anak yang telah lulus dokter. Acara diawali dengan khatmil Qur’an 30 juz ba’da shalat Zuhur berjama’ah yang dipimpin oleh ustadz Rofiq Hasyim Asyari, Al Hafidz.  Tamu undangan yang hadir dipersilakan untuk makan siang terlebih dahulu di asrama putri. Acara yang berlangsung di Masjid Ali Usman tersebut dihadiri langsung oleh ketua Pembina YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, Prof. Dr. H. Muhibbin Noor,MA, Ketua YPKPI  Bapak KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si., para konsultan diantaranya Prof. Dr. Abu Su’ud, H. Ateng Chozani Mifah dan dr. Gunadi, M.Kes., serta para tamu undangan.

Iringan musik rebana dari Riyaadul Jannah mengalun meriah menyambut para tamu undangan yang hadir. Tepat pukul 13.00 WIB acara dimulai oleh ustadz Abdul Rohman selaku pembawa acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh ananda Maryam dan Huwarul Aini. Dalam sambutannya Ibu Trusti Rahayu, selaku ketua pengurus menyampaikan sekilas profil panti asuhan, bimbingan muallaf dan Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah, mulai dari visi misi, program, prestasi anak hingga perkembangan pembangunan gedung termasuk gedung yang akan diresmikan. Selanjutnya sambutan dari KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si., selaku ketua YPKI menyampaikan kesannya terhadap panti Riyaadlul Jannah terutama semangat anak-anak dalam menjawab salam beliau. Beliau juga memberi motivasi untuk merubah diri untuk menjadi lebih baik sebagaimana ayat Al Qur’an surat Ar Ra’du : 11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”. beliau juga menyampaikan kedepanya panti Riyaadlul Jannah akan dikembangkan menjadi lab seni dan budaya YPKPI.

Sedangkan Prof. Dr. H. Muhibbin Noor,MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada anak-anak panti yang berprestasi salah satunya yaitu anak yang telah menyelesaikan program tahfidz. Beliau memaparkan bahwa orang yang hafal Qur’an insyaAllah hidupnya tidak akan susah. Beliau yang juga menjabat sebagai rector UIN Walisongo Semarang tersebut memaparkan peluang melanjutkan kuliah bagi para penghafal Qur’an, apabila memenuhi persyaratan bisa mendapatkan pembebasan biaya kuliah.


Acara selanjutnya acara wisuda tahfidz yaitu santri atas nama M. Abdullah Hasan Yusuf yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Dan pelepasan secara simbolis salah satu anak kami yang telah menyelesaikan pendidikan dokter, M Tri Sutrisno. Masing-masing diberikan hadiah Al Qur’an dan bunga sebagai salah satu bentuk ucapan terimakasih. Diserahkan langsung oleh Bapak Ahmad Darodji dan Prof Muhibbin. Dengan harapan semoga bisa menjadi contoh dan motivasi bagi anak-anak yang lain untuk selalu semangat meraih prestasi.
Acara berikutnya ceramah oleh Bapak H. Ateng Chozani yang membahas tentang Qur’an Surat Al Hasyr : 18-20. Diawali dengan bersholawat bersama dengan group rebana Riyaadlul Jannah. Beliau menyampaikan bahwa antara penghuni surga dan neraka tidak sama, orang-orang yang masuk surga itulah orang-orang yang meraih kemenangan. Lalu bagaimana cara kita agak termasuk kedalam golongan penghuni surga ? di ayat sebelumnya diterangkan dengan jelas bahwa kita harus senantiasa bertaqwa kepada Allah, selalu memperhatikan setiap apa yang dilakukan karena semua akan dipertanggungjawabkan serta menjadi bekal kelak di akhirat. Selain itu jangan sampai kita lupa kepada Allah merasa diri sombong, jangan sampai kita jatuh kedalam golongan orang-orang fasik, naudzubillah. Semoga kita semua bisa masuk kedalam surgaNya Allah subhanahu wata’ala. Aamiin

 Selanjutnya, peresmian ruang pertemuan baru dilakukan secara simbolis dengan melakukan pengguntingan pita oleh Prof Muhibbin didampingi oleh KH. Dr. Ahmad Darodji dan Ibu Hj Trusti Rahayu serta diikuti oleh donatur. Disambut dengan tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir. Para tamu undangan meninjau dalam ruangan yang didalamnya sudah tersusun rapi meja dan kursi pertemuan. Ruang pertemuan tersebut merupakan donasi dari Bapak Soedarto Soedarno, Ibu Deasy Wirasiti dan Ibu Ning Pambudi. Sehingga diatas pintu-pintu ruang tersebut tertulis nama donatur pembangunan ruang. Sebagaimana diketahui tiap ruangan di panti Riyaadlul Jannah memiliki nama masing-masing sesuai pemberi donasi pembangunan ruang tersebut. Bagi saudara-saudara yang ingin memberikan donasi pembangunan ruang kami masih membuka ladang amal untuk melanjutkan pembangunan lantai 2 ruang tersebut. 
 Acara pun diakhiri dengan foto bersama dilanjutkan dengan shalat Ashar berjama’ah. (MTr)

Ceramah Dari Konsultan Bidang Kesehatan Ibu dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M,Si, Med, Sp.A Di LKSA Riyaadlul Jannah

Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...