Selasa, 17 Oktober 2017

Visitasi Asesor dan Supervisor Akreditasi di LKSA Riyaadlul Jannah


Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan mengontrol standar pelayanan minimal Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mengadakan akreditasi LKSA. Dengan target tahun 2017 sebanyak 2000 LKS terakreditasi, dimana target ini 10 kali lipat dari tahun 2016. Akreditasi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 30/HUK/2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA) untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.
Puluhan LKSA di Kota Semarang mengikuti akreditasi LKSA termasuk LKSA Riyaadlul Jannah. Sebelumnya awal bulan Agustus 2017 para perwakilan pengurus LKSA mengikuti bimtek akreditasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Semarang sebagai bekal persiapan untuk penilaian akreditasi LKSA di Kota Semarang.

LKSA Riyaadlul Jannah mendapat dua sesi visitasi asesor dan supervisor. Visitasi pertama dilaksanakan pada hari Sabtu (7/10) pagi mulai sekitar pukul 08.00 WIB. Adapun asesor yang melakukan visitasi, beliau Bapak Kodir Darsono. Beberapa poin yang dinilai diantaranya standar pelayanan pengasuhan mulai dari program, proses hingga hasil pelayanan pengasuhan. Selain itu juga dilakukan penilaian administrasi intrumen akreditasi. Penilaian dilakukan dengan menanyakan beberapa persyaratan standar LKSA kepada pengasuh, dan para pengurus serta menunjukkan berkas yang sesuai. Selanjutnya dengan penilaian bangunan, fasilitas serta SDM LKSA. Penilaian berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari LKSA Riyaadlul Jannah.


Sedangan visitasi kedua dilakukan pada hari Kamis (12/10) sekitar pukul 13.30 WIB oleh seupervisor pusat, beliau Bapak Imron Rosadi Soelaiman. Penilaian dilakukan dengan menanyakan kepada beberapa pengurus dann pengasuh mengenai pengasuhan anak, dilanjutkan dengan melihat bangunan fisik serta fasilitas LKSA. Selain itu Pak Imron juga bertanya kepada beberapa anak diantaranya Hadi dan Rohyat mengenai usia, sekolah hingga alasan kenapa tinggal di LKSA Riyaadlul Jannah. Visitasi berlangsung sampai sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun hasil penilaian akan digabungkan antara asesor dan supervisor. Dan hasil akan diumumkan sekitar satu sampai dua bulan kedepan.
Semoga LKSA Riyaadlul Jannah mendapat hasil penilaian yang terbaik untuk semakin memberikan pelayanan yang terbaik. Aamiin (MTr)

Kamis, 12 Oktober 2017

Ziarah Makam Wongsonegoro bersama Walikota Semarang


Dalam rangka memperingati pertempuran lima hari di Semarang, pemerintah kota Semarang menyelenggarakan beberapa program kegiatan. Salah satu diantaranya adalah ziarah ke makam Wongsonegoro yang terletak di Kelurahan Kagokan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa (10/10). kegiatan ziarah tersebut dihadiri oleh Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi beserta jajaran Pemerintah Kota Semarang, para veteran pejuang pelaku pertempuran lima hari, pelajar dan anak-anak dari tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kota Semarang, diantaranya LKSA Tanah Putih, LKSA Rahmatan Lil Alamin dan LKSA Riyadlul Jannah. LKSA Riyaadlul Jannah mendapat undangan sebanyak 10 anak termasuk Ibu Trusti Toto selaku ketua pengurus LKSA Riyaadlul Jannah juga ikut dalam kegiatan tersebut.
     
Ibu Trusti foto bersama Bapak Tomy Y. Said, selaku kepala Dinsos Kota Semarang
         KRMT Wongsonegoro merupakan salah satu pahlawan perjuangan di Kota Semarang. Peran beliau sangat menentukan dalam situasi antara perang dan damai, dan itu harus cepat diatasi agar kemerdekaan segera bisa kita raih kembali. Wongsonegoro yang kala itu menjabat sebagai asisten residen mewakili Indonesia mengikuti persidangan di tingkat internasional. Sehingga kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari wujud upaya terima kasih kepada salah seorang pahlawan. Salah satu upaya pemkot Semarang mengenang jasa beliau, saat ini nama beliau diabadikan sebagai nama RSUD Kota Semarang, yaitu. RSUD KRMT Wongsonegoro.

     Bapak Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengingatkan agar kegiatan ziarah ini tidak dianggap sekadar seremoni. "Perlu diingat bahwa ziarah yang kita lakukan bersama ini merupakan satu upaya untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah ditunjukkan oleh Almarhum Wongsonegoro," imbuh Hendi.
Ziarah kemudian diakhiri dengan doa dan upacara tabur bunga yang dilakukan Wali Kota bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang, para pejuang pertempuran, dan masyarakat sekitar.
Rangkaian peringatan pertempuran lima hari di Semarang yang rencananya puncak acara akan digelar pada Sabtu (14/10) di Tugu Muda. (MTr)

Rabu, 11 Oktober 2017

Ujian Tahfidz Daerah, Pra Wisuda Akbar 8, 2017


Penyelenggaraan Wisuda Akbar 8 PPPA Darul Qur’an tinggal menghitung hari, ratusan rumah tahfizh yang tersebar di sejumlah provinsi pun sudah mulai menggelar ujian tahfizh. Mulai dari kategori 1 juz,5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, 25 juz sampai 30  juz.
Tak terkecuali di Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah, ujian dilaksanakan pada hari Ahad, 8 Oktober 2017. Sekitar 33 santri mengikuti ujian tersebut. Kegiatan diawali dengan pegarahan oleh ustadz Hasyim Asyari, Al Hafidz yang sekaligus penguji santri putra, menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan ujian tahfidz. Pada ujian kali ini setiap santri membaca semua hafalan yang diujikan. Sedangkan penguji santri putri yaitu Ustadzah Munifah, Al Hafidzah. Adapun poin yang dinilai diantaranya kelancaran hafalan, makhorijul huruf dan tajwid serta penguji menuliskan feedback kepada peserta sebagai bahan evaluasi.
Santri duduk berbaris menunggu urutan maju ujian. Dipanggil satu persatu. Alhamdulillah, para santri begitu semangat dan antusias mengikuti ujian menghafal Alqur’an. Kebanyakan dari mereka telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari agar bisa lulus.Namun masih ada beberapa diantara mereka yang sedikit kurang lancer dan mendapat kesempatan mengulang untuk memperbaiki hafalanya.

Wisuda Akbar 8 sendiri akan digelar di 16 kabupaten/kota, 12 provinsi di Indonesia dan 15 negara lainnya. Pelaksanaan puncak Wisuda Akbar 8 akan dilaksanakan pada 22 Oktober mendatang di masing-masing wilayah yang telah ditentukan. Untuk rumah tahfidz Riyaadlul Jannah insyaAllah mengikuti Wisuda Akbar 8 wilayah Jogjakarta. Semoga semakin banyak para penghafal dan pecinta Al Qur’an. Aamiin (MTr)

Sabtu, 23 September 2017

Piknik ke Jogja bersama Komunitas Berhala (BERsaHAbat sakLAwase)

Rabu-Kamis (20-21/09), Pengasuh dan anak-anak asuh panti asuhan dan rumah tahfidz Riyaadlul Jannah melaksanakan wisata edukasi ke Magelang-Jogja bersama dengan komunitas Berhala. Awal mendengar komunitas tersebut mungkin terdengar aneh dan menyeramkan. Namun ternyata kata Berhala sendiri merupakan singkatan dari BERsaHAbat sakLAwase, sebuah komunitas sosial yang saat ini beranggotakan para TL (tour leader), biro wisata, crew bus, PO dan lain sebagainya. Saat ini komunitas berhala diketuai oleh Mbak Debby, uniknya dalam komunitas berhala beliau punya gelar panggilan tersendiri “Gusti Kanjeng Ratu Demit”. Piknik bersama panti asuhan merupakan salah satu program berhala yang baru pertama terealisasi tahun ini.
      Sebagaimana diketahui tiap tahun kami mempunyai program rutin wisata edukasi untuk anak-anak. Dengan tujuan untuk refreshing anak ditengah kesibukan belajar sekaligus memberi wawasan pendidikan kepada anak-anak sesuai dengan destinasi wisata yang dikunjungi. Dan Alhamdulillah untuk tahun ini kami mendapat donator dari komunitas berhala Semarang.
      Sekitar pukul 08.30 WIB (20/09) kami berangkat dari Semarang dengan tujuan destinasi wisata pertama “Little Ubud” di Kabupaten Magelang tepatnya di desa Tampir Wetan, Candimulyo. Memasuki area kawasan little Ubud kami disuguhi dengan pemandangan yang menyegarkan. Hamparan sawah di kanan kiri jalan dengan system teraseringnya semakin memanjakan mata. Kenapa dinamakan Little ubud ? mengadopsi dari sebuah desa wisata dibali yang bernama Ubud, dimana disana terkenal dengan kunjungan wisata mancanegara maupun domestik dengan kemurnian pemandangan alam terutama dalam bidang pertanian, hamparan sawah dengan system terasering dan kesederhanaan para petaninya. Salah satu wisata unggulan dari little Ubud adalah “River Tubing” mengarungi arus sungai menggunakan ban, dimana satu orang dengan satu ban berjalan masing-masing. Dan kami pun berkesempatan untuk merasakannya. Sebelum terjun ke sungai, kami diberikan pengarahan tentang keselamatan dan diwajibkan menggunakan pelindung diantaranya helm, pelindung tangan, kaki dan sepatu. Kemudian kami diajak ke start point, satu demi satu para peserta dilepas dengan ban mengarungi arus sungai. Tampak keseruan para peserta begitu asyik menikmati arus sungai yang airnya cukup bersih. Menyusuri sungai dengan memandangi kanan-kiri sungai, sesekali tampak mini air terjun yang semakin seru. Keseruan memuncak ketika sampai di bendungan dengan ketinggian sekitar 3-4 m, dimana para peserta dipersilakan untuk lompat sesuka hati dibawah aliran bendungan. Para peserta tampak sangat ceria. Hingga akhirnya dilanjutkan sampai finish point. Rasa capek, dan basah-basahan seakan terbayar dengan keseruan yang didapatkan.

Setelah bersih diri, makan siang dan sholat, kami melanjutkan ke destinasi wisata selanjutnya yaitu sentra pembuatan kaos Jogja yaitu “Gareng T-Shirt”. Selain mengunjungi produk kaos, para peserta juga bias berfoto ria dengan gambar-gambar 3 dimensi. Karena bertepatan dengan akhir tahun hijriyah, sekitar pukul 05.00 WIB kami beserta komunitas Berhala mengadakan doa bersama akhir tahun diikuti langsung oleh owner dari Gareng T-Shirt, Bapak Harun. Dan sepulang dari Gareng T-shirt masing-masing anak mendapat souvenir kaos. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke rumah makan Pondok Sakeco untuk makan malam. Dilanjutkan dengan Check in di Hotel Sriwijaya yang terletak di jalan Jogja-Solo.

Di hotel anak-anak dibagi beberapa kelompok, 1 kamar berisi 4 orang. Melakukan bersih diri, siap-siap untuk acara khotmil Qur’an dan do’a awal tahun. Kegiatan yang dilakukan di aula hotel tersebut diawali dengan shalat berjamaah dilanjutkan dengan pembacaan Al Qur’an 30 juz, masing-masing anak membaca 1 juz. Dilanjutkan dengan pembacaan doa Khotmil Qur’an dan do’a awal tahun. Acara berjalan lancer dan khidmat. Diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama. Para peserta dipersilakan untuk istirahat untuk mempersiapkan perjalanan esok hari.

Keesokan harinya kami bangun sekitar pukul 04.00 WIB untuk melakukan shalat tahajud dilanjut shalat shubuh berjamaah. Setelah semua beres, mandi dan sarapan, sekitar pukul 08.00 WIB kami check out dari hotel menuju destinasi wisata selanjutnya, yaitu Tebing Breksi. Yaitu tempat yang terbentuk karena proses alam, endapan gunung bebatuan. Kita bisa melihat pemandangan jogja dari ketinggian. Beberapa batu masih dalam proses pengembangan dengan dilakukan pengukiran membentuk sebuah mahakarya seperti candi-candi melalui tangan-tangan professional. Dari tebing breksi pula kita dapat melihat setidaknya 3 candi : candi ijo, candi ratu book dan candi Prambanan. Tak jauh dari kawasan Tebing Breksi kami menuju rumah “dome” rumah anti gempa. Atau banyak orang sering menyebut rumah teletubies karena bentuk rumahnya cukup unik dimana atapnya tidak menggunakan genteng, namun berbentuk seperti kubah. Ditambah dengan cat warna rumah yang warna-warni, membuat semakin menarik kawasan rumah dome tersebut.

Usai dari dome kami melanjut menuju sentra pembuatan bakpia jogja “Soemadigdo”. Disana kami mendapat penjelasan memngenai cara pembuatan bakpia. Mulai dari pembuatan isi bakpia, isi kacang ijo misalnya diawali dengan dibersihkan dulu, dikupas kulitnya dengan mesin selep, direbus kemudian dimasukkan ke alat mixer supaya halus. Sedangan untuk kulitnya dibuat dari tempung. Salah satu kelebihan dari bakpia Soemadigdo adalah tidak menggunakan zat pengawet, pewarna dan komposisi kulit dan isi bakpia lebih banyak isi bakpia. Setelah penjelasan dan Tanya jawab, peserta diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung cara membuat bakpia. Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti pembuatan bakpia. Dan sebagian besar mereka berhasil membuat bakpia dengan benar. Alhamdulillah pelajaran yang sangat berharga terutama untuk anak-anak asuh dalam bidang wirausaha. Selanjutnnya menuju ke Resto Ulam Tirta untuk makan siang dan shalat berjamaah.

Destinasi wisata selanjutnya yang ditunggu-tunggu dalah De Mata dan De Arca. De mata merupakan trick eye museum dimana para pengunjung bebas berfoto ria dengan dimanjakan oleh puluhan gambar 3D, gambarnya tampak seolah nyata. Peserta bebas berpose sesuka hati dengan background gambar yang sesuai. Sedangan De Arca sebuah museum modern berisi patung tokoh-tokoh Indonesia, luar negeri, super hero, pemain bola dunia dan lain sebagainya. Dan patungnya pun terlihat mirip seperti aslinya. Anak-anak begitu ceria berfoto ria di samping patung-patung tersebut. Di kedua tempat ini yang memakan waktu yang cukup lama sekitar 2-3 jam. Bahkan ada beberapa peserta yang merasa waktunya kurang, saking banyaknya tempat untuk berfoto.


Destinasi terakhir yaitu sentra pembuatan kaos jogja “Jogja T-Shirt”. Di tempat ini kami diperlihatkan proses pembuatan kaos mulai dari pemotongan kain, penyablonan yang tidak cukup hanya sekali karena terdiri dari beberapa warna yang selanjutnya masuk ke proses penjahitan. Kemudian peserta mendapat kebebasan untuk membeli kaos di show room penjualan produk Jogja T-Shirt. Di Joga T-shirt kami juga mendapat souvenir kaos masing-masing anak. Setelah semua usai, kami menuju rumah makan Jamuran untuk melakukan makan malam. Dilanjutkan dengan perjalanan pulang menuju Semarang. Sekitar pukul 21.30 WIB kami tiba di Semarang dengan selamat.
Alhamdulillah perjalanan dari awal hingga akhir dapat berjalan dengan lancar. Kami dari Panti Asuhan Riyaadlul Jannah mengucapkan terimakasih kepada komunitas berhala (bersahabat saklawase) yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk berwisata edukasi ke Magelang Jogja. Semoga Komunitas dan anggotanya semakin sukses dan maju kedepanya. Aamiin (MTr)

Senin, 11 September 2017

Hj. Sri Tantowiyah : Pendidikan Karakter

     
Pengurus Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah rutin menyelenggarakan pertemuan setiap bulannya. Dimana pada pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengurus, pengasuh dan anak-anak asuh serta salah satu konsultan panti untuk mengisi ceramah sesuai bidangnya. Sebagaimana diketahui bahwa kami memiliki beberapa konsultan dalam beberapa bidang diantaranya bidang kerohanian agama Islam, Kesejahteraan sosial dan bidang Kesehatan dimana setiap bulannya diberikan jadwal untuk memberikan ceramah.
    Untuk bulan ini pertemuan diselenggarakan pada hari Ahad (10/09) di aula pertemuan Panti asuhan. Dengan ceramah bidang pendidikan disampaikan oleh Ny. Dra. Hj. Sri Tantowiyah, M.Pd. Acara dimulai ba’da Dzuhur, diawali dengan makan siang bersama. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qurán yang dibacakan oleh ananda Kholifatus Saádah dan Sari Tilawah oleh ananda Stefani. Dilanjutkan dengan simakan AlQurán oleh 4 santri tahfidz, yaitu M Abdullah Hasan Yusuf, Khowarul Aini, Windiya, dan Dwi Hesti.
     Usai simakan Al Qurán, Ibu Trusti Toto selaku kepala pengurus menyampaikan sambutan yang selalu memberi semangat anak-anak untuk selalu menjadi yang terbaik dan menjadi orang sukses. Selain itu beliau juga menyampaikan tentang senyum. Apapun kondisinya harus selalu senyum, karena memberikan senyum pada orang lain merupakan salah satu ibadah. Kalau orang kaya bisa bersedekah dengan harta, anak-anak panti asuhan khususnya bisa bersedekah dengan senyum. Pantang untuk pasang muka “kecut”.
    Selanjutnya penyampaian ceramah pendidikan yang disampaikan oleh Ny. Dra. Hj. Sri Tantowiyah, M.Pd. Beliau mengangkat tema tentang pendidikan karakter. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini pemerintah sedang menggalakkan pendidikan karakter kedalam pendidikan nasional. Beliau menyampaikan bahwa terdapat 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas antra lain :

   1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
   2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
   3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
   4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
   5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
   6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
   7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
   8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
   9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
   10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
   11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
   12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
   13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
   14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
   15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
   16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
   17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
   18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

   Dengan penerapan pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai dalam diri anak khususnya sehingga membentuk sebuah karakter anak hingga nanti dewasanya.
Kemudian acara diakhiri dengan foto bersama dan Shalat ashar berjamaáh. Semoga apa yang disampaikan beliau dapat bermanfaat bagi anak-anak asuh kami. Aamiin (MTr)

Minggu, 03 September 2017

Nuansa Idul Adha di Riyaadlul Jannah

Jum’at (01/09) atau tepatnya tanggal 10 Dzulhijjah 1438 H umat Islam merayakan salah satu hari raya yaitu Idul Adha. Hari raya yang didalamnya salah satu diantaranya mengajarkan tentang keutamaan serta hikmah dari ibadah qurban. Sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha). Sehingga pada hari raya Idul Adha sangat dianjurkan untuk berqurban bagi yang mampu yang penyembelihanya dilakukan setelah shalat Ied sampai hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah).
Di Masjid Ali Usman yang terletak di asrama Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah juga menyelenggarakan kegiatan Shalat Ied dan penyembelihan hewan Qurban. Shalat Ied dilaksanakan pada hari Jum’at (01/09) sekitar pukul 06.00 WIB, yang bertindak selaku Imam dan Khatib yaitu Ust. Abdul Rohman Al Jifary. Sedangkan untuk kegiatan penyembelihan hewan Qurban dilaksanakan pada hari Sabtu (02/09) atau bertepatan tanggal 11 Dzulhijjah 1438 H. Penyembelihan hewan Qurban tahun ini sangat luar biasa berbeda dengan tahun kemarin, yakni berupa 1 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Pengurusan penyembelihan hingga pembagian daging qurban dilakukan oleh panitia takmir Masjid Ali Usman dibantu oleh warga sekitar. Alhamdulillah penyembelihan, pemotongan, pengulitan hingga pembagian hewan qurban berjalan dengan lancar. Warga tampak antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama pula, ada beberapa warga khususnya ibu-ibu dan dibantu oleh beberapa anak-anak asuh putri memasak bersama, yaitu gulai. Begitu pula anak-anak asuh putra juga tak kalah dalam membantu pemotongan daging qurban. Sekitar 150 bungkus hewan Qurban dibagikan ke warga sekitar. Setelah semua selesai di akhiri dengan makan bersama dan Shalat Dzuhur berjamaah. Alhamdulillah semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar. (MRYM-edited)













       

Jumat, 01 September 2017

Bakti Sosial Mahasiswa Universitas Semarang (USM)


Dalam rangka orientasi mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018 Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah pada hari Kamis(31/08) pukul 15.30 WIB. Pada kesempatan tersebut dihadiri oleh dosen, pengurus BEM USM dan beberapa mahasiswa baru angkatan tahun 2017. Dalam sambutannya wakil ketua BEM USM menyampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk melatih dan mengasah jiwa sosial para mahasiswa khususnya mahasiswa baru. Selain itu kegiatan baksos ini merupakan salah satu wujud dari fungsi perguruan tinggi yaitu pengabdian sosial dan memang kegiatan ini dilakukan rutin tiap tahun. Begitu pula sambutan dari ustadz Abdul Rohman, selaku perwakilan pihak panti asuhan menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian teman-teman mahasiswa USM untuk berbagi bersama anak-anak asuh kami.


Acara dilanjutkan dengan doa bersama dengan harapan para mahasiswa USM mampu menjadi mahasiswa unggul dan mampu bersaing serta kampus USM semakin maju. Kemudian diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan foto bersama. (MTr)

Ceramah Dari Konsultan Bidang Kesehatan Ibu dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M,Si, Med, Sp.A Di LKSA Riyaadlul Jannah

Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...