Rabu, 26 Desember 2012

Simakan 5 Juz Rumah Tahfidz Se-Jateng

Selasa(25/12), PPPA Darul Qur'an mengadakan kegiatan BELI JUZ (Beasiswa Lima Juz) untuk rumah tahfidz se Jawa Tengah. Yang kebetulan bertempat ditempat kami Rumah Tahfidz Riyaadlul Jannah. Kegiatan tersebut untuk memberi motivasi kepada santri untuk selalu semangat menghafal Al Qur'an. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar lebih dari 80 santri rumah tahfidz se Jateng. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB yang dibuka oleh ustadz Budi.
Dilanjutkan dengan simakan Qur'an, dimana untuk putra di masjid sedangkan yang putri di asrama putri. Simakan selesai sekitar waktu zuhur kemudian ishoma. Dilanjutkan acara penutupan dan penyerahan sertifikat bagi yang lulus.

Minggu, 09 Desember 2012

Teknik Dasar Public Speaking

Untuk menjadi ahli, mutlak perlu menguasai ilmu, tentu dimulai dari pondasi dasar. Berikut ini merupakan teknik public speaking atau teknik berbicara dasar: bagaimana memulai dan mengakhiri sebuah Public Speaking yang tepat.

4 Teknik Public Speaking Dasar :
1. Start of fire
Bagian ini merupakan kemampuan untuk membuka, menggedor perhatian, dan memecah suasana pribadi ataupun audiens untuk memulai berbicara. Arti harfiahnya adalah bagaimana kita menyulut api agar para pendengar memfokuskan perhatiannya pada pembicaraan kita. Seperti yang sebelumnya kita bahas, agar MASUK, MENGENA dan MELEKAT. Hal pokok yang terpenting di sini adalah mengambil perhatian pendengar, bisa dengan cerita humoris atau cerita inspirasi.
2. Build a bridge
Sebelum masuk pada materi pokok, kita perlu mengantarkan pendengar pada perumpamaan, cerita aktual yang sedang hangat di masyarakat, agar mampu menarik perhatian lebih jauh. Ini kita upayakan sebagai bahan perantara masuk pada materi pokok yang akan kita bicarakan. Arti harfiahnya adalah bagaimana kita membuat jembatan pembicaraan dari pembukaan dengan gebrakan menuju kepada materi pokok yang akan disampaikan.
3. For instance
Sebagai pembicara, kita menguraikan dan membahas materi pokok, pada tahapan ini. Penyampaian isi materi juga akan lebih bagus jika Anda sampaikan dengan contoh-contoh nyata. Karenanya bagian ini disebut dengan for instance, artinya contoh-contoh yang konkret. Kemampuan menguasai materi, luasnya ilmu pengetahuan, dan kemampuan berempati akan sangat menentukan pada bagian ini.
4. So What
Biasanya, untuk mengakhiri pembicaraan seorang pembicara menutup dengan langkah-langkah tindak lanjut, follow up. Ada beberapa pilihan: bisa melalui sebuah pesan, sebuah harapan, point-point penting ataupun kesimpulan. Dengan mudah kita sepakati, pembicaraan akan berakhir dengan sempurna. Yaitu, ada pembukaan dan ada juga penutupan.
Nah, dari pemaparan di atas, secara sederhana kita dapat menyimpulkan teknik public speaking dasar ini seperti alur berikut :
Ambil perhatian >> Buka dengan info teraktual >> Sampaikan isi dengan contoh konkret >> Sajikan inti pesan.
Satu lagi, hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan berbicara di depan umum adalah melakukan persiapan, baik poin-poin yang akan Anda sampaikan, materi, ataupun persiapan mental.
Secara sederhana, pendekatan dasar di atas memang gampang. Ya, Anda tahu, hanya begitu saja. Meski pun dalam prakteknya, membutuhkan pembiasaan. Itulah mengapa, membutuhkan sobat belajar dan berlatih.

Minggu, 25 November 2012

Festival 10 Muharram

Minggu (25/11) anak-anak kami mengikuti karnaval 10 Muharram yang diadakan oleh yayasan Nurul Hayat Semarang. Karnaval diikuti oleh panti asuhan sekota Semarang. Start dimulai dari RRI dan finish sampai gedung rimba graha jalan Pahlawan.
Dalam acara di rimba graha, dihadiri oleh ustadz Ahmad Al Habsyi dari Jakarta yang memberi ceramah tentang pentingnya bertasbih. dimana sebelumnya ada penampilan Rebana, pencak silat dan da'i cilik Agil. Ada juga penyerahan bantuan dari Nurul Hayat dan Dinas Sosial.

Pertemuan Pengurus November 2012 : "Kalian harus jadi yang terbaik !!"

Tiap bulan secara rutin kami ada pertemuan pengurus dengan anak-anak asuh kami, yang bertujuan untuk sarana komunikasi dan silaturrahmi antara pengurus dan anak-anak. Untuk bulan November 2012 dilaksanakan hari Sabtu(24/11) kemarin sore di asrama panti RIYAADLUL JANNAH. Sebagaimana biasa acara dipimpin oleh anak-anak mulai dari pembawa acara, tilawah Qur'an dan lainnya. dilanjutkan dengan sarasehan dari ketua pengurus panti Ibu Trusti Toto, dimana pada kesempatan tersebut Ibu memberi motivasi kepada anak-anak dimana anak-anak harus menjadi yang terbaik. kalau yang lain belajar 2 jam sehari, kita harus lebih dari itu. Supaya anak-anak bisa meraih cita-citanya dengan sukses.
Acara diakhiri dengan buka bersama, karena pada hari itu kebetulan sedang puasa sunah Asyura.

Kamis, 15 November 2012

Do'a Bersama di Rumah Dinas Plt Walikota Semarang

Rabu (14/11) BAZ (Badan Amil Zakat) Kota Semarang bersama Plt Walikota Semarang Bapak Hendar Prihadi mengadakan do'a bersama anak-anak yatim di rumah dinas beliau di daerah Manyaran Semarang pukul 15.00 WIB. Dalam acara tersebut diundang beberapa yayasan panti asuhan dimana tiap panti 10 anak. termasuk Panti Riyaadlul. Acara terdiri dari Tausyiah, do'a dan penyerahan bantuan sosial kepada korban longsor kelurahan Lempongsari yang diserahkan oleh Ibu Plt Walikota Semarang.

Selasa, 13 November 2012

Keutamaan dan Amalan Muharram

1. Termasuk Empat Bulan Haram (Suci)
Allah berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)

Yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut. Oleh karena itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham شهر الله الأصم, yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.
Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
2. Dinamakan Syahrullah atau Bulan Allah
Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An Nawawi menyebutkan bahwa, “Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.” Sementara Imam As Suyuthi menjelaskan bahwa  berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal. Kemudian ketika Islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah).
3. Bulan Kemenangan Musa atas Firaun
Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,
لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)
4. Disunnahkan Puasa Asyura
Pada hari Asyura tersebut, tanggal 10 Muharram, disunnahkan untuk melaksanakan puasa.
Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini hari Asyura, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka.” (HR Bukhari 2003)
Adapun keutamaan shaum tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah, bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang telah lalu (HR Muslim 2/819)
Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits di atas beliau berkata: “Yang dimaksud dengan kaffarat (penebus) dosa adalah dosa-dosa kecil, akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar, Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya.”
5. Disunnahkan Puasa Tasua untuk Berbeda dengan Yahudi
Rasulullah memerintahkan untuk berpuasa tanggal 9 Muharram untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram.
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata, “Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal sebelum sampai tahun berikutnya” (HR Muslim 1134)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR Ath-Thahawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095)
6.Puasa Sunnah tanggal 11 Muharram

Sebagian ulama berpendapat, dianjurkan melaksanakan puasa tanggal 11 Muharram, setelah puasa Asyura’.
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما
“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).
Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Ahmad Syakir. Hadis ini juga dikuatkan hadis lain, yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra dengan lafadz:
صوموا قبله يوماً وبعده يوماً
“Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.”
Menurut Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth, hadits ini dha’if. Sementara Imam Ahmad mengatakan, “Jika awal bulan Muharram tidak jelas maka sebaiknya puasa tiga hari: (tanggal 9, 10, dan 11 Muharram), Ibnu Sirrin menjelaskan demikian. Beliau mempraktekkan hal itu agar lebih yakin untuk mendapatkan puasa tanggal 9 dan 10.”
7. Meluaskan Belanja pada Hari Asyura
Dari hadits Abi Said Al Khudhri Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun.”
Oleh sebagian ulama hadits, hadits ini dilemahkan, namun sebagian lainnya mengatakan hadits ini shahih, lalu sebagian lainnya mengatakan hasan. Menurut Imam An Nawawi hal ini adalah amal yang dasar hukumnya lemah.
Yang menshahihkan di antaranya adalah Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin. As Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajarmengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadits ini menjadi hasan bahkan menjadi shahih.
Sehingga Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al Ikhtiyarat termasuk yang menganjurkan perbuatan ini di hari Asyura.
8. Bersedekah pada Hari Asyura
Rasulullah bersabda, “Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.”
Pada hari itu juga disunnahkan untuk bersedekah, menurut kalangan mazhab Malik. Sedangkan menurut mazhab lainnya, tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal itu dan kuat derajat haditsnya. Sebabnya adalah mereka mendhaifkan hadits tersebut di atas.
Sedangkan bersedekah dengan dasar keumuman keutamaan bulan Muharram dan keumuman sunnah shadaqah, maka hukumnya mubah.

(fimadani.com)

Sabtu, 03 November 2012

Kegiatan Idul Qurban

Sebagaimana biasa setiap Hari Raya Qurban Masjid Ali Usman (Masjid di Panti Asuhan RIYAADLUL JANNAH) mengadakan Shalat Ied dan penyembelihan hewan Qurban. Dimana shalat dipimpin oleh Bapak Muhadi dilanjutkan Khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Khafidz. Suasana kebersamaan sangat terlihat setelah selesai shalat dimana antar jamaah saling berjabat tangan dilanjutkan makan bersama yang di buat oleh warga Jaten I.
Pada tahun ini Masjid Ali Usman menerima hewan qurban 1 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Dan semua kegiatan mulai penyembelihan, kelet, pembagian daging, dll dilakukan bersama-sama dengan jamaah. tak ketinggalan juga anak-anak panti begitu antusias dalam kegiatan tersebut. dan diakhiri dengan makan bersama.
Malam harinya anak-anak kami mengadakan nyate bareng daging qurban. Mereka begitu semangat meyalakan, mengipasi, membuat bumbu dan lain-lain. Kemudian sate buatan mereka di makan secara bersama-sama.

Ceramah Dari Konsultan Bidang Kesehatan Ibu dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M,Si, Med, Sp.A Di LKSA Riyaadlul Jannah

Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...