Kamis, 04 Oktober 2012

Hikmah Haji

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT mengandung hikmah tersendiri. Allah tidak pernah sekalipun memerintahkan manusia melakukan suatu perbuatan yang tak bermakna atau tidak mengandung hikmah. Hikmah yang bisa kita petik dari pelaksanaan ibadah haji antara lain:
1. Menyaksikan secara langsung Masjidil Haram, Ka’bah, tempat turunnya Alquran, serta tempat-tempat bersejarah dalam kehidupan Rasulullah SAW dan penyebaran Islam. Umat Islam yang mengunjungi tempat-tempat tersebut diharapkan dapat menghayati nilai-nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, kepahlawanan, dan pengorbanan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam.
2. Ketika memasuki Makkah dan melihat Ka’bah umat Islam diajak untuk mengingat nilai-nilai ketakwaan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya. Seberat apa pun perintah Allah SWT, bahkan meninggalkan istri di padang tandus dan menyembelih seorang anak sekalipun, tetap dilaksanakan dengan baik oleh Ibrahim.
3. Ketika memakai pakaian ihram yang berwarna putih polos tanpa jahitan dan pernak-pernik umat manusia dari segala penjuru seakan-akan diingatkan bahwa mereka adalah umat yang satu. Mereka tidak dibedakan berdasarkan kelas sosial, ras, etnis, bahasa, atau kebudayaan.
Mereka semua sama di mata Allah SWT. Satu-satunya yang membedakan hanyalah ketakwaan masing-masing. Dalam ibadah haji, terpapar persamaan atas nama agama, yaitu Islam (al-musawah al-lslamiyah).
Mereka berkumpul di tempat yang sama dan dengan penampilan yang sama. Semuanya tunduk, merendah dan takut kepada Allah.
4. Haji adalah ibadah yang menyempurnakan kehidupan spiritual umat Islam. Setelah shalat, puasa, dan zakat ditunaikan maka ibadah haji adalah penyempurnanya. Umat Islam dari penjuru dunia berkumpul ditempatyang sama dan pada waktu yang sama.
Mereka membawa rasa cinta yang sama, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sekalipun aliran teologi dan madzhab fikih mereka berbeda, namun masing-masing digerakkan oleh satu alasan yang sama, yaitu kepatuhan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
5. Haji adalah pertemuan akbar yang dihadiri oleh umat Islam dari segala penjuru dunia. Dengan demikian, haji memberikan kesempatan yang sangat besar bagi umat Islam untuk menggalang persatuan di antara sesamanya, menyatukan tekad dan semangat, dan bersama-sama memikirkan persoalan yang mendera umat Islam.
Pada musim haji, setiap orang bahkan dapat membangun komunikasi atau relasi dengan orang lain baik untuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Hal ini tidak lain merupakan realisasi doa Nabi Ibrahim AS, “Wahai Tuhan kami,sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”(QS. Ibrahim ayat 37).
Massa yang begitu besar itu bergerak dan berputar mengelilingi Ka’bah. Mereka adalah orang-orang yang terpanggil untuk berkunjung dan bertamu ke rumah Allah (Baitullah) itu. Karena mereka adalah tamu Allah, maka Allah akan menyuguhkan ‘jamuan’ yang tak terbilang nikmatnya bagi mereka. ‘Jamuan’ itu adalah kasih sayang dan ampunan Allah yang tak terbatas.
sumber: republika.co.id

Kamis, 27 September 2012

Estafet Kepengurusan Anak PA Riyaadlul Jannah

Anak-anak kami diajarkan untuk berlatih dan belajar berorganisasi. Yang bertujuan untuk melatih tanggung jawab anak, kedisiplinan, bersosialisasi dengan orang lain, berbicara di depan umum, dan lain sebagainya. Alhamdulillah di panti Riyaadlul Jannah sudah berjalan kepengurusan anak 3 tahun ini. Dimana kepengurusan tersebut di pimpin oleh seorang lurah.
Kamis (13/9) malam, diadakan pergantian kepengurusan dengan pemilihan lurah panti dan wakilnya. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Lurah panti tahun lalu, saudari Suriyah. dan di arahkan oleh pengasuh panti. Alhasil, sebagian besar penghuni panti memilih Erlangga Alfin sebagai Lurah panti dan Heni Ika sebagai wakilnya. Selanjutnya dilakukan pemilihan seksi perbidang seperti kebersihan, belajar, Jamaah, kesenian, kantor dan lain sebagainya.
Harapannya dengan adanya organisasi anak ini, bisa menjadi sarana pembentukan karakter anak untuk menjadi lebih dewasa, kritis dan maju.

Minggu, 16 September 2012

Halal Bi Halal Keluarga PA RIYAADLUL JANNAH BAITURRAHMAN

Sabtu (15/9), Kami mengadakan "Halal Bi Halal Keluarga PA RIYAADLUL JANNAH BAITURRAHMAN" yang di hadiri pengurus panti, guru-guru, pengasuh dan seluruh anak-anak panti. Acara ini bertujuan untuk menjaga tali silaturrahmi dan menjaga komunikasi antar keluarga besar panti asuhan. Acara di mulai sekitar pukul 16.00 WIB, oleh Heni Ika selaku pembawa acara dalam acara tersebut. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh M Ari Wibowo. Dalam kesempatan itu ada sesi perkenalan anak-anak yang baru masuk tahun ajaran ini supaya saling mengenal satu sama lain.
Acara inti, adalah pengarahan dari ketua pengurus panti asuhan Ibu Hj Trusti Toto, dimana beliau memberi motivasi anak-anak untuk senantiasa bekerja keras, terus berjuang dan tidak mudah mengeluh. Karena untuk menjadi orang sukses butuh proses/waktu untuk pematangan diri. Kemudian disambung tausyiah dari Ustadz Abdul Khafidz yang menjelaskan bertaqwa kepada Allah SWT
Acara diakhiri dengan mushafahah (salam-salaman) dan ramah-tamah.

Foto-foto :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.343958232365835.78859.100002549822151&type=1

Minggu, 09 September 2012

Tafsir Surat Al-Zalzalah

Surat ini Madaniyyah dan terdiri dari 8 ayat. Di dalamnya Allah menegaskan bahwa kebaikan, apapun adanya, Allah akan membalas pelakunya. Dan kejahatan, apapun adanya, pelakunya juga akan dibalas. Semua itu terjadi pada hari Kiamat.
بسم الله الرحمن الرحيم
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا﴿١﴾وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا﴿٢﴾وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا﴿٣﴾يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا﴿٤﴾بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا﴿٥﴾يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ﴿٦﴾فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ﴿٧﴾وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ﴿٨﴾
Artinya:
  1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),
  2. Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
  3. Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
  4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
  5. Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
  6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
  7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
  8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Makna Mufradat:
Arti
Mufradat
1. Keguncangan yang sangat kuat.
زلزلت
2. Jamak dari Tsiqal yang makna dasarnya perhiasan rumah. Yang dimaksudkan di sini adalah semua yang di alam kubur.
أثقالها
3. Maksudnya, keluar dari kubur mereka.
يصدر الناس
4. Berpisah. Sekelompok di surga dan kelompok lain di Sa’ir.
أشتاتاً
5. Sesuatu yang terlihat melalui cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela.
مثقال ذرة
 

Ilustrasi (inet)
Syarah:
Apabila Allah hendak menyudahi dunia ini dan memulai Kiamat, Allah memerintahkan bumi dan ia pun terguncang dengan sangat keras, tidak seperti biasanya. Semua yang tersimpan di dalamnya keluar; api, air, tambang, dan sisa-sisa bangkai. Saat itu, orang yang menyaksikannya berkata, “Apa ini?” Maksudnya, apa yang terjadi dengan bumi ini. Ini tidak seperti biasanya dan tidak diketahui sebabnya. Pada saat itu bumi menceritakan, berbicara dengan kejadian itu dan bukan dengan kata-kata. Sebagaimana yang dikatakan Al-Allamah At-Thabari dalam tafsirnya, “Ia melaksanakan perintah. Apa yang terjadi di muka bumi dan tidak biasa terjadi disebabkan karena Tuhanmu menitahkan kepadanya. Perintah-Nya yang sampai kepada bumi. Perintah semacam itu merupakan perintah kejadian. Semua yang terjadi di alam semesta ini akibat dari perintah kejadian yang datang dari Allah. Hanya saja ada peristiwa yang terjadi tanpa sebab lahiriah maka ia dinisbatkan kepada perintah kejadian, sedangkan yang terjadi akibat perkara biasa ia tidak dinisbatkan kepadanya, walaupun sejatinya ia juga bersumber dari Allah.
Pada hari itu manusia dikeluarkan dari perut bumi, mereka berbeda-beda, masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya untuk melihat akibat perbuatan mereka. Barangsiapa melakukan perbuatan baik sebesar dzarrah akan dibalas dan barangsiapa melakukan perbuatan buruk sebesar dzarrah pun akan dibalas.
Allah SWT berfirman,
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ﴿٤٧﴾
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47).
Surat ini merupakan surat targhib dan tarhib.

Jumat, 31 Agustus 2012

Halal Bi Halal Ustadz Yusuf Mansur

WISATA HATI dan PPPA Daarul Qur'an menyelenggarakan Halal Bi Halal Akbar bersama Ustadz Yusuf Mansur, Kamis, 30 Agustus 2012 di Masjid Agung Jawa Tengah. Acara di mulai ba'da shalat Maghrib, namun sebelum shalat Maghrib para jama'ah sudah terlihat ramai.
Sesi pertama, Ba'da Maghrib jama'ah yang hampir memenuhi ruang shalat utama MAJT diajak untuk dzikir bersama yang langsung dipimpin oleh Prof. Amin Syukur sampai menjelang shalat Isya'. Acara puncak dimulai ba'da Isya, tausyiah Ustadz Yusuf Mansur. Sebelumnya ada pembacaan Al Qur'an yang dilantunkan oleh adik Muhammad Irfan, dia adalah salah satu santri berprestasi dimana dalam usia 10 tahun sudah hafal 30 juz Al Qur'an. Subhanallah ...
Acara yang di tunggu-tunggu yaitu tausyiah Ustadz Yusuf Mansur, dalam kesempatan itu beliau lebih fokus tentang Al Qur'an. Bahkan beliau mengajarkan betapa mudahnya menghafal Qur'an. Tanpa membaca, tanpa tahu tulisannya, bahkan sampai hanya mendengar bisa hafal. Dalam hal itu beliau memberi contoh langsung menghafal QS. Ali Imron : 160. Di akhir tausyiah beliau menjelaskan maksud dari ayat tersebut yang kurang lebih artinya :
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal." (QS. Ali Imron : 160)
(M-Tr)

Senin, 13 Agustus 2012

BERPADU : Doa 1000 anak sholeh

BERPADU (Berbagi Buka Puasa Yatim dan Dhuafa), ya itulah nama acara yang diselenggarakn oleh LAZISBA Semarang ft BMH yang di dukung oleh beberapa sponsor. Acara yang berlangsung hari Minggu, 12 Agustus 2012 itu mengangkat tema "DOA 1000 ANAK SHOLEH untuk SEMARANG SETARA"
Dalam kesempatan itu, hadir juga ketua YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Bapak H.Imam Syafi'ie, ketua LAZISBA, para donatur dan tamu undangan. Acara yang diketuai Mas Panji bertujuan untuk berbagi dengan sesama, mempertemukan donatur dengan anak yatim dan dhuafa sekaligus berdoa untuk Semarang Setara. Menampilkan anak bimbingan Lazisba berupa Tarian Islam "Assalamualaikum", Ceramah dalam bahasa Arab, dsb. dan tak kalah menarik Kak Pendongeng "Kak Kus" yang membawakan cerita dengan luar biasa sehingga bisa menarik antusias penonton. Dalam kesempatan tersebut anak panti kami diundang 12 anak untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Aktivitas Rasulullah di 10 hari terakhir

Oleh Prof KH Ahmad Satori Ismail
Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Di antaranya, Rasulullah SAW lebih bersemangat dalam menunaikan berbagai macam ibadah dibandingkan hari-hari lainnya. (HR Muslim). Dalam hadis lain disebutkan, bila memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, Nabi SAW menyingsingkan lengan baju, menghidupkan seluruh malamnya, dan membangunkan keluarganya. (HR Bukhari. Lih. Shahih Bukhari Juz II hal 711).

Menyingsingkan lengan baju maknanya siap beribadah dengan sungguh-sungguh lebih dari biasanya atau tidak mengumpuli istrinya demi konsentrasi untuk shalat dan zikir. Rasulullah SAW menghidupkan seluruh malamnya dengan qiyam, tilawatul Quran, zikir dengan hati, lisan, dan anggota badan karena mulianya malam-malam ini dan untuk menanti Lailatul Qadar.

Amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah pada malam-malam 10 terakhir adalah pertama, menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain. Dalam riwayat an-Nasa’i dari Siti Aisyah ia berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah SAW membaca Alquran atau shalat sepanjang malam sampai pagi selain bulan Ramadhan.”

Kedua, membangunkan keluarganya untuk menegakkan shalat. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dari Siti Aisyah, Rasul SAW membangunkan keluarga di malam hari bukan khusus pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada 10 hari terakhir lebih rajin dan bersegera untuk membangunkan keluarga. Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Apabila memasuki 10 hari terakhir beliau bertahajud, bersungguh- sungguh, dan membangunkan keluarganya dan anak-anaknya untuk shalat bila mereka mampu.”

Ketiga, menyingsingkan lengan baju untuk beribadah sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Maksud nya, beliau menjauhi istrinya agar tekun beribadah dan ketaatan untuk membersihkan jiwanya dari berbagai kotoran sehingga hatinya naik ke alam malakut.

Keempat, menunaikan iktikaf di masjid. Rasulullah senantiasa beriktikaf di 10 hari terakhir sampai beliau wafat. (HR Bukhari dan Muslim). Beliau beriktikaf untuk menggapai Lailatul Qadar, tekun secara total untuk menghidupkan malam-malamnya dalam munajat, zikir, dan berdoa. Beliau mengkhususkan tikar yang agak jauh dari yang lain agar lebih khusyuk.

Kelima, di antara amalan penting lainnya adalah tilawatul Quran dengan tadabur dan khusyuk. Beliau mengkhatamkan Alquran minimal dua kali pada bulan Ramadhan.

Para ulama salaf sangat tekun untuk membaca Alquran. Al-Aswad bin Yazid selalu mengkhatamkan Alquran dalam enam hari bila masuk Ramadhan mengkhatamkannya tiga hari, dan bila masuk 10 hari terakhir mengkhatamkannya setiap malam. Imam As-Syafi’i selalu mengkhatamkan Alquran setiap hari pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Rasulullah sudah memberikan contoh untuk mengoptimalkan10 hari terakhir Ramadhan. Demikian juga, dengan para salafus saleh. Sudah selayaknya, kita sebagai umat Islam mengikuti petunjuk ini dan memanfaatkan serta memaksimalkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Baik dengan berzikir, iktikaf, tadarus Alquran, shalawat, ataupun lainnya.

Ceramah Dari Konsultan Bidang Kesehatan Ibu dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M,Si, Med, Sp.A Di LKSA Riyaadlul Jannah

Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...