Jumat, 15 Desember 2017
Senin, 11 Desember 2017
Waspada Kasus Difteri
Kasus
kematian akibat difteri menjadi momok bagi sejumlah daerah. Dari data Kemenkes
RI menyebutkan setidaknya ada 11 provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa
(KLB) akibat difteri pada kurun waktu Oktober–November 2017.
Sebelas provinsi itu yakni Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Apa itu
difteri ?
Difteri
adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan
dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Penyakit ini memiliki masa
inkubasi (waktu terpajan infeksi sampai menimbulkan gejala awal) 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu, memiliki gejala antara
lain demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu,
pembengkakan pada leher, sulit bernafas.
Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Lengkapi imunisasi DPT/DT/Td anak
anda sesuai jadwal imunisasi anak Kementerian Kesehatan atau Ikatan
Dokter Anak Indonesia. Imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:
- Usia kurang dari 1 tahun harus
mendapatkan 3 x imunisasi difteri (DPT).
- Anak usia 1 sampai 5 tahun harus
mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 x.
- Anak usia sekolah harus mendapatkan
imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.
- Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.
- Demam tidak tinggi
- Nafsu makan menurun
- Lesu
- Nyeri menelan dan nyeri tenggorok
- Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa
disertai darah
Namun memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di
tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut
sebagai bull neck.
Berikut himbauan dari Ikatan Dokter
Anak Indonesia (IDAI) apabila menjumpai penderita sesuai dengan gejala yang
telah dijelaskan diatas :
- Segera ke fasilitas kesehatan terdekat
apabila anak anda mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi
seperti mengorok (stridor) atau pembesaran kelenjar getah bening leher,
khususnya anak berumur < 15 tahun.
- Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila
dicurigai menderita difteri agar segera mendapat pengobatan dan
pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anak benar menderita
difteri.
- Apabila anak anda didiagnosis difteri,
akan diberikan tatalaksana yang sesuai termasuk perawatan isolasi
- Untuk memutuskan rantai penularan,
seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan
petugas dari Dinas Kesehatan, serta mendapat obat yang harus dihabiskan
untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa
kuman) difteri dan mendapat pengobatan.
- Anggota keluarga yang tidak menderita
difteri, segera dilakukan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia.
- Laksanakan semua petunjuk dari Dokter dan
Petugas Kesehatan setempat
- Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang
timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT, yang merupakan
reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak
mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun
panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur, sering minum jus buah atau susu,
serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan
terdekat.
- Anak dengan batuk pilek ringan dan tidak
demam tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Jika
imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas
kesehatan terdekat.
Senin, 27 November 2017
Jangan Sisakan Minum Antibiotik
Antibiotik merupakan obat yang
digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Dimana antibiotik mempunyai
kemampuan untuk membunuh bakteri dan mencegah perkembangannya. Tiap infeksi
membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda-beda sesuai yang diresepkan oleh
dokter.
Saat menerima resep obat,
seringkali kita dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik, dalam arti kita
diminta untuk meminumnya sesuai dosis hingga habis. Sebagai salah satu obat
umum, antibiotik tidak asing lagi bagi
masyarakat. Namun konsumsi antibiotik sering kali tidak sesuai aturan
yang ditetapkan oleh dokter. Misalnya, lupa dalam menghabiskannya atau bahkan sengaja tidak dihabiskan. Padahal
kebiasaan tersebut dapat membahayakan.
Meskipun efektif melawan infeksi
bakteri, antibiotik tidak dapat digunakan untuk melawan virus. Mengonsumsi
antibiotik saat seseorang terkena infeksi virus tidak akan membantu membuat
seseorang merasa lebih baik. Justru sebaliknya, kita dapat kebal terhadap antibiotik.
Sehingga pemakaian antibiotik harus melalui resep dokter. Ketika dokter
memutuskan memberi antibiotik untuk pengobatan, maka kita disarankan untuk mengonsumsinya dengan cara-cara yang
telah ditentukan.
Cara Tepat Pemakaian Antibiotik
Dokter/apoteker akan menjelaskan waktu dan dosis yang tepat dalam mengonsumsi obat tersebut. Agar tidak terlupa, kita disarankan mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap hari. Beberapa jenis antibiotik dilarang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Sebagian antibiotik harus dikonsumsi di saat perut kosong, umumnya satu atau dua jam sebelum makan. kita juga dilarang mengonsumsi minuman keras selama menggunakan antibiotik tertentu. Ikuti instruksi dokter maupun petunjuk pada label kemasan obat atau melalui lembaran informasi untuk pasien.
Dokter/apoteker akan menjelaskan waktu dan dosis yang tepat dalam mengonsumsi obat tersebut. Agar tidak terlupa, kita disarankan mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap hari. Beberapa jenis antibiotik dilarang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Sebagian antibiotik harus dikonsumsi di saat perut kosong, umumnya satu atau dua jam sebelum makan. kita juga dilarang mengonsumsi minuman keras selama menggunakan antibiotik tertentu. Ikuti instruksi dokter maupun petunjuk pada label kemasan obat atau melalui lembaran informasi untuk pasien.
Ingat, jangan sekali pun memberi
antibiotik milik kita kepada teman, keluarga, atau binatang peliharaan. Hindari
juga menyimpan sisa antibiotik milik kita. Seharusnya tidak ada dosis obat yang
tersisa. Antibiotik yang diresepkan sebaiknya dikonsumsi sampai habis untuk
mencegah kembalinya infeksi yang berpotensi lebih parah dari kondisi awal.
Apa yang Terjadi Jika tidak
Sesuai Dosis ? Sangat penting untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan pada
waktu yang telah ditentukan agar semua bakteri penyebab infeksi dapat
diberantas, walaupun kadang gejala telah hilang sepenuhnya. Mengonsumsi
antibiotik sesuai dosis bertujuan untuk mengurangi risiko timbulnya efek
samping dan mencegah terjadinya kekebalan terhadap antibiotik.
Misalnya, kita mengonsumsi
antibiotik hanya beberapa hari karena merasa sudah membaik, maka
kemungkinan hanya sebagian bakteri yang berhasil dibunuh. Sebagian kecil
bakteri yang mampu bertahan akan menjadi resisten atau kebal dan dapat
menyebabkan infeksi yang lebih parah kembali atau menyerang orang lain. Ketika
bakteri kebal terhadap pengobatan dasar, maka akan meningkatkan risiko
komplikasi lebih lanjut karena bakteri tidak mempan dibunuh oleh antibiotik.
Untuk memastikan bakteri yang
masuk ke tubuh telah musnah sepenuhnya tanpa tersisa, pastikan kita menghabiskan semua dosis antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jika gejala
masih tetap ada setelah mengikuti resep dan anjuran dokter, kembali periksakan
diri ke dokter. Semoga bermanfaat. (MTr)
Selasa, 21 November 2017
Doa Bersama Ulang Tahun Yayasan Mardi Waluyo Semarang
Ahad (19/11) Yayasan Mardi Waluyo
menyelenggarakan do’a bersama dalam rangka ulang tahun Yayasan. Acara yang
diselenggarakan di Rumah KS15 Jalan Kyai Saleh 15 tersebut mengundang anak-anak
asuh dari LKSA Riyaadlul Jannah dan LKSA Rahmatan Lil Alamin, masing-masing
didampingi oleh Ibu Lina dan Ibu Ida selaku pengasuh LKSA. Setibanya di rumah
KS15 kami disambut oleh para pengurus yayasan. Sekaligus diajak foto bersama di
depan rumah KS15 dengan nuansa bangunan Belanda. Dalam kesempatan tersebut dihadiri
langsung oleh Prof. DR.dr. Hariyono Suyitno,
SpA(K) selaku pembina, Dra. Kantiningsih Hariyono selaku pembina, dr. Bambang
Sudharmanto, SpA(K) selaku pengawas, Kastri Wahyuni, SPd, MM selaku ketua
pengurus, BRAY. Siti Handayu selaku wakil ketua beserta jajaran pengurus
Yayasan Mardi Waluyo Semarang.
Acara dimulai sekitar pukul
09.00 WIB, dibuka dan dipandu langsung oleh Ny Kastri Wahyuni, SPd, MM. selaku ketua pengurus yayasan. Beliau
memperkenalkan para pembina, pengawas dan pengurus yang hadir sekaligus
menyampaikan sekilas profil yayasan yang didirikan hampir satu abad yang lalu
pada zaman Belanda. Dimana yayasan Mardi Waluyo Semarang bergerak dalam bidang
sosial. Memasuki acara inti yaitu pembacaan do’a bersama dipimpin oleh ustadz
Suparno dengan membaca surat Yasin dan bacaan tahlil. Acara berlangsung sangat
khidmat. Serta ditutup dengan do’a syukur yang dipimpin oleh dr. Bambang
Sudharmanto, SpA(K).
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis juga dilakukan oleh beliau Prof Hariyono. Kemudian penyerahan sumbangan yang dilakukan secara simbolis oleh Prof Haryono, pada kesempatan tersebut LKSA Riyaadlul Jannah diwakili oleh ananda Dita Khus Khaerunnisa. Dengan
penuh rasa syukur beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada anak-anak yang
telah mendoakan beliau dan yayasan, semoga kedepannya yayasan terus bisa
memberikan manfaat kepada sesama.
Para tamu undangan
dipersilakan untuk menikmati makanan yang telah dihidangkan. Dibawah suasana
pertamanan yang cukup rindang. Acara diakhiri dengan foto bersama Prof Hariyono
dan para pengurus yayasan. (MTr)
Senin, 13 November 2017
dr. Nahwa Arkhaesi Sp.A : Pentingnya Tumbuh Kembang Anak
Sabtu
(11/11) pengurus panti asuhan dan rumah tahfidz Riyaadlul Jannah
menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan di aula pertemuan Panti asuhan. Dengan
ceramah bidang kesehatan disampaikan oleh dr. Nahwa Arkhaesi, MSi.Med., Sp.A. Acara
dimulai ba’da Ashar, disambut dengan iringan musik group rebana Riyaadlul
Jannah. Acara dipandu oleh ananda M Ali Mursidi selaku MC dan dibuka dengan
lantunan ayat suci Al Qurán yang dibacakan oleh ananda M Fatkhul Majid serta sari
tilawah Rohyat Yushibur.
Ibu
Trusti Toto selaku ketua pengurus memperkenalkan sekilas profil panti asuhan
mulai dari bangunan asrama, fasilitas-fasilitas hingga kegiatan keseharian anak
asuh. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa di Panti Riyaadlul Jannah
mempunyai beberapa anak asuh yang terdiri dari anak asuh dalam asrama, anak asuh diluar panti, anak asuh mahasiswa dan santri tahfidz. Anak asuh dalam
asrama adalah anak-anak yang kesehariannya tinggal dan mengikuti kegiatan di
panti asuhan, untuk anak asuh di luar panti adalah anak-anak yang masih dalam
pengasuhan keluarga namun mendapat bantuan dari panti asuhan. Kemudian anak
asuh mahasiswa adalah anak-anak alumni panti yang melanjutkan kuliah, dimana
setiap bulannya mendapat bantuan dana dan sembako, sedangkan santri tahfidz
adalah anak-anak yang mengikuti program menghafal Qur’an yang bekerjasama
dengan PPPA Daarul Qur’an pimpinan Ustadz Yusuf Mansur.
Selanjutnya penyampaian ceramah kesehatan
yang disampaikan oleh dr. Nahwa Arkhaesi, MSi.Med., Sp.A. Beliau menyampaikan
materi mengenai tumbuh kembang anak. Sebelum penyampaian materi beliau
memutarkan sebuah video yang berisi foto-foto beliau dari masa kecil hingga
sekarang. Para audien diminta untuk memberikan tanggapan tentang video
tersebut. Beberapa anak kami, Hadi dan Nila pun dengan antusias memberikan
tanggapannya. Begitu juga dengan salah satu pengurus panti, Ibu Purwani Widodo.
Masing-masing anak yang berani maju mendapat hadiah.
Kemudian beliau menyampaikan mengenai pentingnya tumbuh kembang pada anak. Tumbuh kembang merupakan dua proses yang berbeda, namun saling berkaitan satu sama lain. Tumbuh merupakan proses bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau seluruhnya sehingga dapat diukur dengan satuan (tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dsb). Sedangkan kembang merupakan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam proses pematangan fungsi organ sejak pembuahan dalam rahim sampai remaja bersifat kualitatif yg pengukurannya lebih sulit daripada pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor kenapa tumbuh kembang anak berbeda-beda diantaranya faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor adanya intervensi seperti nutrisi, stimulasi, pola pengasuhan dan lain sebagainya.
Adapun ciri tumbuh kembang anak diantaranya :
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal
akan menentukan perkembangan selanjutnya
3. Pertumbuhan
& perkembangan mempunyai kecepatan
yang berbeda
4. Perkembangan
berkorelasi dengan pertumbuhan
5.
Perkembangan mempunyai pola yang menetap
6.
Perkembangan memiliki tahap yang berurutan
(mengikuti pola yang teratur dan berurutan)
Selain itu
beliau juga menyampaikan bahwa Terdapat periode emas dalam tumbuh
kembang, yaitu suatu momen yang sangat penting yang akan berpengaruh terhadap
kualitas biopsikofisikososial anak. Periode emas tersebut terjadi pada tiga
tahun pertama kehidupan dimana pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih
berlangsung. Jumlah dan pengaturan hubungan sel saraf ini menentukan kinerja
otak yang dapat bermanifestasi diantaranya pada kemampuan belajar berjalan,
mengenal huruf, kecerdasan dan bersosialisasi anak. Sehingga peran orang tua
terutama IBU sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.
Dilanjutkan dengan
sesi tanya jawab, penanya pertama dari ananda Nila menanyakan pada anak usia 17
tahun tapi kondisi fisiknya masih kecil apa yang harus dilakukan. Kemudian tanggapan
dari dr Esi, bahwa seperti yang telah disampaikan bahwa tumbuh kembang anak
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetik, lingkungan dan
intervensi. Jadi kemungkinan penyebabnya bisa dari beberapa faktor. Lalu apa
yang harus dilakukan, yang pertama tentunya berdoa memohon kepada Allah. Kemudian
bisa diimbangi dengan olahraga dan nutrisi. Untuk penanganan obat-obatan bisa
dikonsultasikan dengan dokter. Sedangkan penanya kedua dari saudara wahyudi,
yang intinya menanyakan perbedaan kenapa anak-anak di desa kualitas tumbuh
kembangnya lebih rendah dibanding anak-anak dikota. Langsung ditanggapi oleh
beliau, kembali lagi bahwa tumbuh kembang anak banyak faktor yang mempengaruhi.
Dalam kasus ini terutama dari segi pengetahuan orang tua mengenai tumbuh
kembang anak.
Usai sesi
tanya jawab, acara diakhiri dengan doa dan foto bersama. Semoga dengan
penyampaian materi dari dr Esi semakin menambah wawasan kita tentang pentingnya
tumbuh kembang anak. Serta kualitas dan kesehatan anak-anak Indonesia semakin lebih
baik.
Rabu, 08 November 2017
Wisuda dan Sumpah Dokter M Tri Sutrisno
Setelah menyelesaikan masa
pendidikan profesi dokter, M Tri Sutrisno, S. Ked. akhirnya diwisuda dan
diambil sumpahnya sebagai dokter. Tri, panggilan akrabnya berhasil menempuh
studi profesi dokter selama kurang lebih 2 tahun di Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro. Dimana sebelumnya telah menempuh pendidikan S1
kedokteran selama 4 tahun. Tepatnya pada hari Jum’at (3/11) dilaksanakan sumpah
dokter ke-220 FK Undip di kampus Tembalang. Bersama dengan 60 rekan sejawat
lainnya, Tri mengikuti prosesi pengambilan sumpah dokter dengan didampingi oleh
orangtua. Orangtua dan tamu undangan memasuki ruangan upacara prosesi,
sedangkan para wisudawan yang akan diambil sumpahnya baris bersiap memasuki
ruang prosesi.
Dengan alunan musik karawitan,
para wisudawan satu persatu memasuki ruang prosesi berdiri di depan kursi
masing-masing. Dewan prosesi yang terdiri Dekan, wakil dekan, guru besar, ketua
senat akademik, kepala program studi, beserta jajaran civitas akademika FK
Undip memasuki ruang prosesi diiringi dengan Lagu Hymne Guru oleh paduan suara
mahasiswa. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. dr.
Helmia, SpA, PhD selaku kepala program studi Profesi Dokter membacakan
nama-nama dokter baru yang akan diambil sumpahnya. Nama-nama yang dipanggil
maju kedepan berbaris menempatkan posisi sesuai agama masing-masing. Pada
kesempatan kali ini terdiri dari Islam, Kriten, Katholik dan Hindu, yang
masing-masing didampingi oleh rohaniawan. Pembacaan lafal sumpah dokter dipimpin
langsung oleh Prof.Dr.dr. Tri Nur Kristina, DMM, Mkes., selaku dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro. Yang ditirukan secara serepak oleh para
calon dokter. Usai pembacaan lafal sumpah, menyanyikan lagu bagimu negeri
dipandu oleh paduan suara mahasiswa.
Dilanjutkan dengan penyerahan
transkrip nilai oleh dekan dan wakil dekan I bidang kemahasiswaan. Dengan
didampingi orang tua para dokter baru menerima transkrip dan bersalaman dengan
dekan, wakil dekan I. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang terdiri dari
perwakilan dokter baru, perwakilan orang tua, direktur utama RSUP dr Kariadi,
Dekan Fakultas Kedokteran Undip. Acara selanjutnya persembahan penampilan dari
dokter baru. Dan diakhiri dengan do’a oleh dr. Fathur, SpPD. Dokter baru yang
telah diambil sumpahnya mengikuti acara tradisional berupa siraman yang
dilakukan oleh para dewan guru.
Sedangkan untuk acara wisuda
universitas dilakukan terpisah pada hari Selasa (7/11), para dokter baru yang
telah diambil sumpahnya mengikuti wisuda Universitas Diponegoro ke-148 periode
IV tanggal 7-10 November 2017 bertempat di Auditorium Imam Barjo kampus Undip
Peleburan Semarang. Tri berhasil lulus dengan IPK 3,76, predikat “Cumlaude”.
Pada kesempatan ini Tri menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak.
Segala puji hanya milik Allah. Shalawat salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad. Terimakasih kepada ibu dan keluarga yang tiada hentinya selalu mendukung dan mendoakan. Kepada semua guru-guru kami, teman sejawat, bidikmisi, pengurus, pengasuh dan anak-anak Riyaadlul Jannah yang selama ini telah mensupport dan membimbing saya. Serta semua pihak yang telah membantu, membimbing dan mendukung saya sehingga saya bisa sampai hingga tahap ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan kebaikan dari Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian. Dan Semoga ilmu yang saya peroleh, dapat menjadi bekal untuk kemanfaatan di masyarakat.” ungkapnya.
Semoga dengan gelar baru ini, Tri
bisa menjalankan amanah sesuai profesi sebagai dokter dengan baik. Sekaligus
bisa menjadi contoh dan motivasi buat adik-adik anak asuh Panti Asuhan
Riyaadlul Jannah untuk selalu semangat meraih prestasi. Tidak ada sesuatu yang
tidak mungkin ketika Allah sudah berkehendak, diikuti dengan kesungguhan diri
untuk meraihnya. Selamat dr. M Tri Sutrisno !
Langganan:
Postingan (Atom)
Ceramah Dari Konsultan Bidang Kesehatan Ibu dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M,Si, Med, Sp.A Di LKSA Riyaadlul Jannah
Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...
-
1. SEJARAH SINGKAT Bermula dari kumpul-kumpul ibu-ibu pengantar anak sekolah di TK dan SD H Isriati, yang semula hanya ...
-
Setelah menyelesaikan masa pendidikan profesi dokter, M Tri Sutrisno, S. Ked. akhirnya diwisuda dan diambil sumpahnya sebagai dokter...
-
Ahad, 10 Desember 2023 pengurus dan pengasuh LKSA Riyaadlul Jannah mengadakan pertemuan bulanan yang sudah lama berhenti. Kegiatan tersebu...




















